Adab adalah aturan dasar tentang norma kesopanan berdasarkan agama yang harus ditaati. Dalam ajaran agama Islam juga mengatur soal berbagai adab, salah satunya adalah adab bertamu.
ADVERTISEMENT
Seorang Muslim yang bertakwa hendaknya mengikuti anjuran Rasulullah SAW saat bertamu ke kediaman orang lain. Menjaga kesopanan dan etika dalam bertamu akan menciptakan rasa nyaman untuk diri sendiri dan orang yang menjadi penerima tamu.
Di sisi lain, bertamu merupakan cara untuk menjaga ikatan silaturahmi antarmanusia atau hablum minannas. Jika belum mengetahuinya, berikut penjelasan soal adab bertamu yang patut dipahami umat Muslim.
Perbesar
Ilustrasi adab bertamu. Foto: Freepik
1. Tidak mengintip
“Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)
2. Mengetuk pintu dengan pelan
3. Berusaha tidak menghadap pintu saat mengetuk
Sesuai dengan apa yang diteladankan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits yang berbunyi:
“Adalah Rasulullah SAW jika mendatangi suatu pintu dan akan meminta izin, beliau tidak menghadap ke arah pintu. Akan tetapi beliau berada di sebelah kiri, atau kanannya. Jika diizinkan beliau baru masuk, jika tidak beliau pun kembali.” (HR Bukhari)
4. Ucapkan salam, tidak lebih dari 3x
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Dari Kildah bin Al-Hanbal, bahwa dia masuk ke rumah Rasulullah tanpa mengucap salam dan atau meminta izin, Rasulullah SAW pun bersabda, Kembalilah, ucapkan Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
5. Setelah 3x salam tidak ada jawaban, hendaknya pulang
"Dari Abu Musa Al-Asy’ary RA, Rasulullah bersabda: 'Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!'" (HR. Bukhari dan Muslim)
Perbesar
Ilustrasi adab bertamu. Foto: Freepik
6. Jika ditanya ‘siapa?’, hendaknya menjawab dengan nama jelas
“Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, Aku meminta izin untuk bertemu Rasulullah SAW, lalu beliau bertanya dari dalam rumah, Siapa itu?. Aku menjawab, Saya! Beliau bersabda, Saya! Saya! Seolah beliau membenci hal tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim)
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya! Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu, Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tidak malu menerangkan yang benar.” (Qs. Al Azab: 53)
8. Usahakan untuk bersalaman, kecuali pada lawan jenis
“Dari al-Bara’ bin ‘Azib RA, dia berkata, Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.‘ ” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
9. Mencicipi makanan yang dihidangkan dan mendoakannya
“Orang-orang yang puasa telah berbuka di samping kalian. Orang-orang yang baik telah memakan makanan kalian. semoga malaikat mendoakan kalian semuanya.” (HR Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)
“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)
Pedang Al-Battar, Senjata Legendaris yang Dikatakan untuk Melawan Dajal di Akhir Zaman Keberadaan pedang di masa lalu bisa dibilang merupakan saksi sejarah dari peristiwa yang terjadi pada saat itu. Tak heran jika nilai historis yang terkandung di dalamnya memiliki kisah yang sangat bernilai. Salah satunya adalah Al-Battar, yang merupakan senjata peninggalan Nabi Muhammad SAW. Al-Battar sendiri merupakan satu dari sekian jenis pedang yang menjadi warisan peninggalan Nabi Muhammad. Bukan sekedar senjata, pedang tersebut memiliki nilai sejarah karena ikut menjadi bagian dari upaya sejarah Islam di masa lalu. Bahkan, Al-Battar diklaim akan digunakan untuk membunuh Dajal kelak di akhir zaman. Simak ulasan dari Boombastis.com berikut ini. Pedang legendaris yang merupakan hasil rampasan perang Dilansir dari laman Usna.edu , pedang Al-Battar merupakan bagian dari benda rampasan yang sebelumnya dimiliki oleh Bani Qainuqa’ di Madinah. Secara fisik, senjata tajam ter...
8 Adab Berteman Dalam Islam dan Dalilnya Sebagaimana telah kita bahas pada artikel sebelumnya, manusia hidup sebagai mahluk sosial sehingga harus menjaga hubungan baik dengan sesamanya atau hablum minannas. Salah satu hubungan sosial dalam kehidupan kita adalah pertemanan. Dalam Islam, teman harus diperlakukan dengan baik sesuai adab yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Berikut ini adalah beberapa adab berteman yang membuat Rasul begitu dicintai oleh para sahabatnya: 1. Bergaul dengan mukmin Adab pertama adalah sebaiknya kita berteman dekat dengan orang mukmin. Ingatlah bahwa teman dekat sangat mempengaruhi karakter kita nantinya. Rasul sendiri telah menyarankan agar kita dekat dengan mukmin. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah engkau bergaul kecuali dengan seorang mukmin. Janganlah memakan makananmu melainkan orang bertakwa,” (HR. Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no....
Komentar
Posting Komentar